Jumat, 19 September 2008

ANTARA FORMALITAS DAN KESADARAN MORAL



Siapa saja pasti menginginkan hubungan yang baik dan memberi kontribusi salam kesehariannya. Baik hubungan dengan keluarga, teman, guru ataupun dosen, lingkungan sekitas dan hubungan dengan diri sendiri. Setiap hubungan itu pasti mempunyai tujuan tertentu. Seperti hubungan dengan keluarga biasanya mempunyai tujuan memberi dan menyalurkan kasih sayang kepada orang-orang terdekat. Hubungan dengan teman biasanya mempunyai tujuan dapat mencari tempat berbagi di luar keluarga, dan tempat menikmati hari-hari indah bersama orang-orang terdekat.
Begitu pula dengan hubungan dengan dosen atau pun guru yang jelas-jelas mempunyai tujuan. Pertama karena beliau orang yang mendidik kita, kedua berperan sebagai orang tua kedua, ketiga tujuan tertentu dalam hal akademik. Misalnya saja karena menunggu nilai yang akan diberikan guru atau pun dosen setelah seabrek materi yang telah ditranfernya dalam hal belajar mengajar. Lain lagi hubungan dengan diri sendiri, lebih memiliki harapan. Karena dengan memiliki hubungan baik dengan diri sendiri juga bisa memperbaiki dan mempertahankan hubungan dengan orang lain dan lingkungan. Karena segala sesuatunya bisa di mulai dari diri sendiri. Jika hubungan dengan diri sendiri baik, akan bisa mengontrol dan memotivasi agar hubungan dengan orang lain dan lingkungan juga baik.
Ya, untuk dapat menjadi lebih baik dalam hubungan dibutuhkan suatu resep yaitu adanya motivator. Motivator yang dapat menghubungkan bahwa diantara hubungan yang terjalin itu ada kesepakatan yang tersirat. Dapat memberi tanggung jawab, pengertian, rasa hormat dan simpati kepada orang lain. Dengan adanya rasa itu, akan menjalin hubungan yang lebih bermakna.
Seperti hubungan mahasiswa dan dosen. Antara hubungan ini terbagi menjadi dua hubungan. Pertama hubungan formalitas dan kedua yang benar-benar tumbuh dari hati nurani. Hubungan yang sekedar formalitas biasanya menjalani hubungan yang ada dengan mengemban rasa tanggung jawab dan tugas dari jabatan masing-masing. Antara dosen dan mahasiswa ada harapan untuk menjalin hubungan karena pemberian materi kuliah dilanjutkan dengan pemberian nilai. Besar kecilnya tugas dan tanggung jawab dapat mempengaruhi besar kecilnya motivasi baik bagi dosen maupun mahasiswa untuk terus melanjutkan hubungan.
Kedua, hubungan yang benar-benar dari tumbuh karena kesadaran moral untuk mendidik. Hubungan jenis kedua ini sangat berbeda dengan hubungan formalitas. Karena jenis kedua ini tumbuh dari dalam hati dan kesadaran moral seorang pendidik kepada anak didiknya. Hubungan yang terjalin pun tidak hanya karena nilai dari hasil ujian dan jumlah daftar yang tidak kurang dari 80% serta tidak hanya sekedar transfer ilmu. Lebih dari itu, antara dosen dan mahasiswa akan terdapat hubungan yang sangat erat.
Antara dua hubungan ini, hubungan karena kesadaran moral akan lebih bermakna dan tidak kaku dalam menjalaninya. Dengan hubungan yang seperti ini mahasiswa akan benar-benar menganggap hubungan yang terjalin dapat mereka nikmati. Dapat mengadu kepada dosen atau guru sebagai orang tua kedua bagi mereka jika ada permasalahan yang mereka hadapi. Dapat melihat dosen atau guru sebagai orang-orang yang dekat dengan mereka. Karena dalam usia perkembangan akan sangat dibutuhkan perhatian, tuntunan dan control dari orang-orang yang mereka hormati.
Berbeda dengan hubungan yang hanya karena formalitas. Mereka akan kaku dalam menjalaninya. Takut bertanya dan tidak mampu untuk dekat dengan “orang tua mereka sendiri”. Makanya dalam hubungan formalitas dosen terbiasa memperlakukan mahasiswa sebagai orang dewasa yang mengerti tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing. Mahasiswa pun tidak akan dapat berkata apa-apa jika dosennya telah berpetuah, mahasiswa pun tidak akan bisa meninggalkan tanggung jawab yang diberikan dosennya meskipun tidak menyukai apa yang diperintahkan dosennya. Karena tugas dan kewajiban yang diberikan oleh dosen merupakan tanggungjawab yang harus ditunaikan.
Oleh karenanya dalam suatu hubungan sangat dibutuhkan kesadaran moral dan motivasi. Dalam keseharian kita, motivasi yang diberikan meski kecil akan dapat melahirkan semangat besar. Dan besar kecilnya motivasi akan mempengaruhi kuat lemahnya hubungan.

Tidak ada komentar: