Jumat, 27 Juni 2008

Pertimbangan Untuk Sebuah Keputusan

PERTIMBANGAN UNTUK SEBUAH KEPUTUSAN

Sebuah hubungan terjalin karena ada rasa saling membutuhkan. Membutuhkan untuk memenuhi apa yang diinginkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dalam ekonomi, saling membutuhkan ini seperti seorang produsen dengan konsumen, ataupun antara keduanya dengan distributor.
Dalam pendidikan seperti siswa dan guru, mereka layaknya sebuah komponen yang saling membutuhkan. Sedangkan dalam kehidupan sosial, kebutuhan itu seperti rasa saling membutuhkan dengan orang lain. Sesuai prinsip sosial, bahwa manusia itu tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
Hubungan antar sesama timbul karena ada rasa ingin diperhatikan, rasa saling membutuhkan bantuan dan karena tuntutan dari lingkungan. Untuk menjalin sebuah hubungan, idealnya harus dapat saling memberi dan melengkapi. Saling melengkapi kekurang orang lain dengan kelebihan yang kita miliki. Begitu pula sebaliknya, sebaiknya.
Namun dalam kenyataan, tidak semua hubungan dapat memberi dan melengkapi sebagian yang lain. Terkadang justru merugikan dan menuju arah yang negative. Karena didukung oleh emosi yang negative, rasa individualistik yang tinggi dan kurang memiliki moral.
Dapat kita lihat di berbagai ruang dan waktu, berapa banyak hubungan yang berakhir karena hal sepele. Hal sepele yang dibesar-besarkan karena ketidak mampuan mengendalikan gejolak hati pada saat yang tepat. Seperti marah yang datang karena penasaran akan sebuah keputusan, sedih karena merasa dikecewakan dan frustrasi jika berada pada keadaan yang tidak diinginkan.
Pertimbangan untuk mengambil sebuah keputusan pun harus diaduk masak-masak dulu. Agar hasil dari pertimbangan tersebut tidak menghasilkan kekecewaan di masa yang akan datang. Termasuk mempertimbangkan manfaat dari hubungan yang akan dilanjutkan. Karena dalam menentukan sebuah pilihan itu sangatlah tidak mudah. Pilihan yang diputuskan dalam beberapa detik saja akan mampu membawa dampak besar untuk ke depannya. Jangan sampai waktu yang beberapa detik tersebut dijadikan kambing hitam bila suatu hari nanti terjadi penyesalan.
Dalam sebuah hubungan satu komponen saja sangat berperan, seperti sebuah system. Jika dalam satu system tersebut hilang satu komponen atau tidak lengkapnya komponen-komponen yang dibutuhkan maka system tersebut tidak akan berjalan sebagai mana mestinya. Walaupun bisa berjalan namun belum semaksimal yang idealnya.
Contohnya dapat dilihat pada sebuah system pernapasan kita. Jika paru-paru tidak ada maka pernapasan kita tidak akan lancar atau bahkan tidak bisa bernapas. Begitu pula dalam sebuah hubungan.
Untuk membangun sebuah hubungan yang baik dan bernilai positif sangat dibutuhkan komponen jujur, adil, bijaksana, pengertian, pemaaf, saling percaya, saling menghargai, saling membutuhkan dll. Jika dalam suatu hubungan tidak ada saling percaya atau tidak saling menghargai maka hubungan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hubungan yang ada tanpa saling menghargai hanya akan menjadi neraka bagi orang yang menjalaninya. Dalam kehidupan ini, meskipun kita sudah mempertahan sebuah hubungan, baik dalam waktu dekat ataupun lama tidak seorang pun yang tahu sampai dimana dapat dipertahankan. Karena hubungan yang sudah ada akan berakhir kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja. Maka dari itu berusahalah untuk selalu mempertahankan hubungan yang telah berjalan. Dengan sedikit garam kejujuran, bawang pujian, jahe penghargaan, santan belaian dan ditambah penyedap pengertian dapat menghasilkan sebuah sajian hubungan yang sedap dan sesuai selera.

Tidak ada komentar: